Seiring dengan berkembangnya komputasi AI, pusat data cloud, dan jaringan berkinerja tinggi,
permintaan akan transmisi data yang lebih cepat dan hemat energi mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menyebabkan meningkatnya minat industri terhadap hal ini Optik Kemasan Bersama (CPO) , sebuah teknologi yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan bandwidth dan daya transceiver optik tradisional yang dapat dicolokkan.
Namun masih ada pertanyaan kunci:
Apakah Optik yang Dikemas Bersama (CPO) menggantikan transceiver pluggable pada tahun 2026?
Jawaban singkatnya adalah belum . Meskipun CPO mendapatkan momentum di pusat data berskala besar dan kluster AI, transceiver pluggable tetap menjadi solusi dominan di sebagian besar aplikasi jaringan. Memahami perbedaan antara teknologi ini sangat penting bagi operator jaringan, perancang pusat data, dan pemasok infrastruktur kabel.
Optik Paket Bersama adalah arsitektur jaringan canggih yang menempatkan mesin optik berdekatan langsung dengan ASIC sakelar jaringan di dalam paket yang sama.
Peralatan jaringan tradisional menggunakan sinyal listrik untuk berpindah dari chip sakelar ke transceiver yang dapat dicolokkan di panel depan melalui jejak PCB berkecepatan tinggi. Ketika kecepatan meningkat hingga 800G, 1,6T, dan seterusnya, kehilangan sinyal dan konsumsi daya menjadi tantangan besar.
CPO mengatasi permasalahan ini dengan:
Arsitektur ini dianggap sebagai salah satu teknologi paling menjanjikan untuk pusat data berkecepatan sangat tinggi di masa depan.
Transceiver yang dapat dicolokkan adalah modul optik yang dapat dilepas yang mengubah sinyal listrik menjadi sinyal optik untuk transmisi melalui kabel serat optik.
Faktor bentuk umum meliputi:
Modul-modul ini banyak digunakan di:
Desain modularnya memungkinkan peningkatan, penggantian, dan pemeliharaan yang mudah tanpa mengganti seluruh sistem sakelar.
Pertumbuhan pesat kecerdasan buatan menciptakan tuntutan jaringan yang sangat besar.
Kluster pelatihan AI yang besar sering kali memerlukan:
Dalam lingkungan ini, optik pluggable tradisional menghadapi beberapa tantangan:
Ketika kecepatan jaringan melampaui 800G, modul yang dapat dicolokkan mengonsumsi daya dalam jumlah yang semakin besar.
CPO secara signifikan mengurangi jarak transmisi listrik, membantu menurunkan konsumsi energi secara keseluruhan.
Transceiver berkecepatan tinggi menghasilkan panas yang cukup besar.
Dengan mengintegrasikan mesin optik lebih dekat ke silikon saklar, CPO dapat meningkatkan efisiensi termal dan manajemen daya tingkat sistem.
Pusat data AI di masa depan mungkin memerlukan:
CPO menawarkan jalur potensial menuju target bandwidth tersebut.
Meskipun minat terhadap CPO semakin meningkat, optik pluggable tetap menjadi pilihan utama untuk sebagian besar penerapan.
Modul pluggable yang gagal dapat diganti dalam hitungan menit.
Dengan sistem CPO, penggantian komponen optik terintegrasi bisa menjadi jauh lebih rumit dan mahal.
Operator jaringan menghargai fleksibilitas.
Transceiver yang dapat dicolokkan memungkinkan:
Hal ini mengurangi risiko operasional dibandingkan dengan arsitektur yang sangat terintegrasi.
Sebagian besar pusat data global sudah mengandalkan:
Penggantian infrastruktur ini memerlukan investasi besar.
Pasar transceiver pluggable mendapat manfaat dari manufaktur yang matang, antarmuka standar, dan dukungan pemasok yang luas.
Bagi banyak organisasi, manfaat teknologi yang telah terbukti melebihi potensi peningkatan efisiensi yang ditawarkan oleh CPO.
| Fitur | Transceiver yang Dapat Dicolokkan | Co-Packaged Optics |
| Kematangan Penerapan | Sangat Tinggi | Muncul |
| Pemeliharaan | Mudah | Lebih Kompleks |
| Efisiensi Daya | Bagus | Luar biasa |
| Tingkatkan Fleksibilitas | Tinggi | Lebih rendah |
| Biaya Awal | Lebih rendah | Tinggier |
| Kesesuaian Klaster AI | Bagus | Luar biasa |
| Adopsi Industri | Tersebar luas | Tahap Awal |
Meskipun CPO mengubah arsitektur switch, hal ini tidak menghilangkan kebutuhan akan infrastruktur kabel berkualitas tinggi.
Faktanya, meningkatnya penerapan AI dan pusat data terus meningkatkan permintaan untuk:
Fasilitas AI modern tidak hanya memerlukan konektivitas optik canggih tetapi juga sistem distribusi daya listrik yang andal yang mampu mendukung ribuan server dan perangkat jaringan berkinerja tinggi.
Seiring dengan meningkatnya kepadatan daya pusat data, permintaan akan solusi kabel listrik premium diperkirakan akan tumbuh seiring dengan pertumbuhan teknologi jaringan optik.
Pakar industri umumnya mengharapkan pendekatan hibrida di tahun-tahun mendatang.
Pada tahun 2026, Optik Co-Packaged tidak menggantikan transceiver pluggable.
Sebaliknya, CPO muncul sebagai teknologi pelengkap yang bertujuan untuk memecahkan tantangan bandwidth, daya, dan skalabilitas pada pusat data AI generasi mendatang.
Transceiver pluggable tetap menjadi solusi dominan di industri karena fleksibilitas, kemudahan servis, dan ekosistemnya yang matang. Namun, seiring dengan meningkatnya beban kerja AI, CPO diperkirakan akan memainkan peran yang semakin penting dalam arsitektur jaringan di masa depan.
Bagi produsen kabel, operator pusat data, dan pemasok infrastruktur, kedua teknologi ini menciptakan peluang. Ekspansi berkelanjutan dari komputasi AI, layanan cloud, jaringan serat optik, kabel listrik, kabel XLPE, dan infrastruktur pusat data dengan kepadatan tinggi akan mendorong permintaan berkelanjutan terhadap solusi konektivitas dan distribusi daya yang andal.